Ceremony AGENDA Renewable Energy ENERGY PRIMER NEWS
Trending

Tim PLN Lakukan Run Reliability Co-firing dan Implementasi TOSS di NTT

Tim PLN Lakukan Run Reliability Co-firing dan Implementasi TOSS di NTT
Launching Program TOSS bersama Bupati Ende pada Desember 2020.

Listrik Indonesia | Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi miniatur nasional dalam pengelolaan dan pengolahan sampah menjadi bahan baku energi kerakyatan.Menindaklanjtui program Co-firing PLTU, tim PLN melakukan Run Reliability dan Implementasi TOSS/Teknologi Olah Sampah di sumbernya di PLTU Ropa, Flores, NTT.

Acara yang diselenggarakan selama 3 hari ini dimulai 9-11 Januari 2021 ingin mengetahui keberhasilan program co-firing pada PLTU sekaligus mengkaji lagi implementasi TOSS. PT PLN (Persero) UPK Flores berperan dalam mendukung program TOSS di kabupaten Ende dengan layanan Corporate Shared Value (CSV) yang merupakan tingkatan yang lebih tinggi daripada sekedar Corporate Social Responsibility (CSR).

Wujud nyata dari CSV  tersebut tidak hanya memberikan subsidi investasi (Capital expenditure) dan juga operasional dalam waktu tertentu (Operational Expenditure) serta melakukan capacity building semata, tapi juga memanfaatkan produk TOSS tersebut untuk kepentingan co-firing pada PLTU Ropa.

PT Comestoarra Bentarra Noesantarra yang dipercaya oleh PT PLN (Persero) untuk berkolaborasi melakukan uji co-firing, menyediakan pelet TOSS dengan material yang disesuaikan dengan persyaratan yang diberikan oleh PT PLN (Persero). Dari sisi teknis pelaksanaan uji co-firing di PLTU Ropa, Flores didapatkan simpulan bahwa pembakaran pelet TOSS sempurna dan karakteristiknya setara dengan batu bara yang digunakan di PLTU Ropa.

TOSS sendiri adalah temuan Sonny Djatnika Sundadjaya yang dikembangkan dan dikaji lebih lanjut oleh Supriadi Legino dan Arief Noerhidayat. Untuk pengembangan ekosistem listrik kerakyatan yaitu dengan pemberdayaan masyarakat dan teknologi serta peralatan dalam negeri untuk memanfaatkan potensi biomasa sebagai energi alternatif untuk substitusi bahan bakar pembangkit listrik konvensional (PLTU, PLTD, dan PLTG).

Untuk mengimplementasikan strategi tersebut, dalam pemaparannya, PT PLN (Persero) menyatakan akan melakukan tiga program yaitu: 1. Mengurangi konsumsi BBM (HSD/MFO) dengan mengganti PLTD existing yang statusnya sewa, dengan PLTBm/PLTBg 2. Membangun atau menambah pembangkit biomasa PLTBm atau PLTBg di daerah 3T 3. Mengurangi konsumsi batu bara pada PLTU melalui program Cofiring yaitu mencampur batu bara dengan biomassa, sampah domestik dan/atau biomassa serta biomassa dari hutan tanaman energi (tanaman industri) dengan pemberdayaan masyarakat serta melibatkan pemerintah daerah setempat.

Bupati Ende H. Djafar H. Achmad mengungkapkan bahwa pelaksanaan program TOSS ini merupakan bagian dari upaya terobosan Pemerintah bersama dengan beberapa pihak untuk menyikapi permasalahan di Ende yang berkaitan dengan lingkungan dan masalah sampah.

“Terobosan pengelolaan dan pengolahan sampah menjadi energi kerakyatan dengan TOSS yang dilaksanakan dengan metode peuyeumisasi (dalam istilah Jawa Barat), rubhu (dalam istilah Ende), atau biodrying (dalam istilah asing). Realisasi dari TOSS di Kabupaten Ende ini menjadi solusi permasalahan yang didominasi oleh sampah biomassa seperti daun, ranting, rumput, limbah perkebunan, limbah pertanian, dan sampah organik lainnya,” tuturnya.

Bupati Djafar menjelaskan bahwa skema besar dari program TOSS ini adalah mendukung PT. PLN (Persero) dan Pemerintah pusat dalam Program Co-firing pada PLTU Ropa. Melalui Program Co-firing ini perekonomian masyarakat di Kabupaten Ende diharapkan akan lebih digiatkan. Selain itu, Program Co-firing ini diharapkan mampu mendukung Pemerintah pusat dalam penurunan emisi gas rumah kaca. (Cr)


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button