Renewable Energy ENERGY PRIMER
Trending

Terpilih Menjadi Ketum METI, Wiluyo Ingin Pengembangan EBT Masif Dilakukan

Listrik Indonesia | Tepat satu minggu setelah Munas ke-VIII METI (Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia) digelar, akhirnya organisasi yang sudah berdiri sejak tahun 1999 ini, secara sah dan bulat memilih Wiluyo Kusdwiharto sebagai Ketua Umum METI Periode 2022-2025. Formatur yang terdiri dari tujuh orang tersebut, secara musyawarah mufakat mengamanahkan “kapal” METI untuk dinakhodai oleh pria kelahiran Jakarta, tahun 1971 ini.

Sebelumnya, hasil Munas ke-VIII METI yang berlangsung di Jakarta pada 22 Juni lalu itu menghasilkan tujuh nama formatur termasuk ketua yang terpilih saat ini. Ketujuh nama tersebut adalah; Hilmi Panigoro, Tri P. Mumpuni, Wiluyo Kusdwiharto, Andhika Prastawa, Tri W, Widi Pancono, dan Eka Satria.

Kepada ListrikIndonesia.com, Wiluyo mengatakan bahwa ke depan METI akan melaksanakan RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik). “Saya tentunya akan melaksanakan berdasarkan RUPTL, karena garis-garis besar haluan METI itu ada di RUPTL,” ujar pria yang mengawali kariernya di PLN pada tahun 1995 ini.

Untuk itu, METI kata Wiluyo akan merangkul semua stakeholder terkait seperti; PLN, swasta, dan juga lembaga-lembaga terkait untuk secara bersama merealisasikan rancangan pembangunan EBT (Energi Baru Terbarukan) yang sudah ada di RUPTL.

Terkait dengan struktur organisasi METI, Wiluyo mengatakan bahwa hal tersebut akan ditentukan kemudian. “Kami diberi waktu hingga satu bulan ke depan sejak Munas untuk menyusun pengurus baru dan tentunya kami akan berdiskusi juga dengan teman-teman,” jelas peraih Magister Manajemen dari Universiti Tenaga Nasional Malaysia ini.

Selain memilih Wiluyo Kusdwiharto sebagai Ketua Umum METI, ada tiga nama lagi yang saat ini sudah terpilih menjadi pengurus inti METI. Yaitu; Bobby Gafur Umar (Ketua I), Andhika P (Ketua II), Widi P (Ketua III), dan Eka Satria (Ketua IV).

Di tengah tantangan pembangunan EBT Indonesia ke depan, Wiluyo berharap bahwa METI bisa merangkul semua unsur pemangku kepentingan untuk sama-sama membangun EBT di Tanah Air. Selain itu, ia juga berharap bahwa ke depan pengembangan EBT bisa masif dilakukan dan disertai dengan meningkatnya kandungan lokal TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri—red) sehingga industri dalam negeri juga ikut berpesta di tengah maraknya pembangunan EBT. “Jangan sampai kita kebanjiran barang impor,” kata Wiluyo yang juga menjabat sebagai Direktur Mega Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero).

Dalam kesempatan terpisah, Managing Director Majalah Listrik Indonesia Irwadhi Marzuki mengaku optimis bahwa di bawah kepemimpinan Wiluyo Kusdwiharto, METI akan semakin bertaji dalam rangka pengembangan EBT di Indonesia. “Intinya kami sebagai media akan terus mendukung program-program METI ke depan selama itu bertujuan untuk kebaikan negeri ini,” tandas Irwadhi. (*)

 

 

 

 

 


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button