Trending

Strategi Extraordinary PLN UID Jakarta Raya di Tengah Pandemi

Strategi Extraordinary PLN UID Jakarta Raya di Tengah Pandemi
Listrik Indonesia | PT PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya mengambil beberapa langkah untuk mengatasi dampak negatif dari pandemi Covid-19 terhadap penjualan listrik di wilayah Jakarta Raya. 

Doddy B. Pangaribuan, General Manager PLN UID Jakarta Raya, mengatakan bahwa pandemi Covid-19 telah memukul penjualan listrik PLN UID Jakarta Raya. Bahkan, penjualan listrik PLN UID Jakarta masih tumbuh minus 3,38% per Juli 2020.

"Dengan adanya pandemi ini, kami perlu mengambil strategi yang luar biasa, bagaimana kami untuk tetap bertahan, sambil menunggu pemulihan. Pandemi ini bukan hanya melumpuhkan sendi-sendi perekonomian, bahkan khusus PLN Jakarta Raya sangat terpukul penjualan listriknya, "ujarnya saat berdiskusi dengan Majalah Listrik Indonesia melalui Zoom, Kamis (3/9).

Dia menjelaskan bahwa masih ada kabar baik di tengah kondisi perekonomian yang sedang terpukul ini, yaitu konsumsi listrik untuk pelanggan golongan rumah tangga di DKI Jakarta dan sekitarnya masih tumbuh 6%. Namun, selama ini basis penjualan listrik PLN UID Jakarta Raya berasal dari pelanggan bisnis dan industri golongan. 

Strategi pertama, kami mencoba bagaimana untuk tetap bertahan. Pertama, menyediakan listrik dan memastikan suplai listrik cukup. Kedua, listrik cukup dan andal. Ketiga, tarif listrik tetap Terjangkau. "

Doddy menambahkan pada saat kondisi perekonomian normal, PLN UID Jakarta Raya memiliki cadangan listrik (margin cadangan) lebih dari 50%. Bahkan, pelayanan dan pelayanan Listrik DKI Jakarta masih kompetitif dibandingkan dengan ibu kota negara lain di Asia. Begitu juga dengan tarif listrik yang relatif masih lebih rendah dibandingkan dengan negara lain di Asean. 

Strategi kedua, katanya, PLN Jakarta Raya memberikan diskon tambah daya kepada pelanggan dalam rangka HUT Ke-75 RI. Selain itu, PLN memberikan diskon tambah daya untuk pelanggan UMKM. 

"Strategi ini di samping untuk bertahan atau skema pertahanan, bagaimana bertahan untuk bisa bertahan, sambil menunggu kondisi perekonomian pemulihan."
Dia menambahkan, strategi ketiga dengan menyiapkam segala sesuatu untuk bisa kencang saat kondisi perekonomian sudah pulih. "Kami kemas dalam program Jakarta Smart Electricity for Jakarta Smart City."

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button