AGENDA MEGA PROJECT NEWS
Trending

Sekjen DEN : Indonesia Bakal Menjadi Raksasa Energi Dunia

Sekjen DEN : Indonesia Bakal Menjadi Raksasa Energi Dunia
Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto

Listrik Indonesia | Indonesia memiliki harta karun energi yang berlimpah, melalui kebijakan dan program-program pemerintah diproyeksikan di masa depan Indonesia bakal menjadi raksasa energi dunia.

Hal tersebut dikatakan oleh Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto pada acara National Energy Week. Dalam acara tersebut, Pria yang akrab disapa Djoksis itu memaparkan potensi-potensi energi nasional. Untuk cadangan energi fosil tercatat pada 2020, Indonesia memiliki cadangan minyak bumi sebesar 4,2 miliar barel, gas 6,24 triliun cubic feet, dan batu bara 38,8 miliar ton.

“Tapi kalau tidak menemukan cadangan baru diprediksi umur untuk potensi minyak bumi hanya 9 tahun, gas 18 tahun, dan batu bara 69 tahun,” paparnya. Rabu, (10/3/2021).

Sedangkan potensi energi baru terbarukan (EBT) yang dimanfaatkan untuk Ketenagalistrikan seperti tenaga air laut sebesar 17,9 Giga Watt (GW) tetapi belum terealisasi hingga kini, energi panas bumi potensi 23,9 GW dimanfaatkan 2,13,7 MW, bioenergi 32,6 GW dimanfaatkan 1,905,3 MW, energi angin/bayu 60,6 GW dimanfaatkan 154,3 MW, hidro 75 GW dimanfaatkan 6,121 MW, dan Surya 207,8 GW bar dimanfaatkan 153,5 MW.

“Tentu dari segudang potensi energi yang kita (Indonesia) miliki, di masa depan Indonesia bisa menjadi raksasa energi. Tak hanya itu, ketika kelebihan listrik, kita bisa ekspor ke Singapura dan Malaysia,” ujar Djoksis.

Lebih lanjut, Djoksis menjelaskan terkait akselerasi dan optimalisasi energi melalui rancangan ‘Grand Strategi Energi’. Di mana untuk meningkatkan produksi crude 1 juta BOPD dengan melakukan mengakuisisi lapangan miyak luar negeri untuk kebutuhan kilang dan meningkatkan kapasitas kilang BBM.

Selanjutnya, mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi seperti BBG untuk transportasi dan industri. Meningkatkan penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KLBB), memepercepat pemanfaatan pembangkit EBT, meningkatkan produksi LPG domestic, meningkatkat jaringan gas kota, mendorong pemanfaatan kompor listrik, mengembangkan produksi DME methanol, pupuk & syngas, membangun transmisi gas & LNG receiving terminal. Terakhir, membangun transmisi & distribusi listrik, smart grid.

“Melalui Grand Strategi Nasional ini diharapkan mampu mendongkrak pendapatan Negara. Dan sesuai visinya mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi nasional,” pungkasnya. (Cr)

 

 


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button