NEWS
Trending

RUPS, SPINDO Optimis Capai Target Tahun Ini

Listrik Indonesia |  PT Steel Pipe Industry Of Indonesia Tbk (ISSP) atau Spindo merasakan sejumlah tantangan khususnya pada aktivitasnya. Pada tahun ini Spindo optimistis mencapai target yang telah ditetapkan.

Produsen pipa baja las terbesar di Indonesia yang didirikan pada tahun 1971 ini mampu memproduksi baja sekitar 600.000 ton per tahun. Di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu, manajemen Spindo menyakini bahwa perekonomian Indonesia dan khususnya prospek dalam kondisi yang baik. 

Namun demikian, posisi keuangan perusahaan selanjutnya dapat akan bertahan terhadap kondisi ekonomi yang bergejolak dan tidak terduga dikarenakan inflasi dan suku bunga yang lebih tinggi dengan mempertahankan likuiditas yang cukup untuk belanja modal, seperti penambahan kapasitas stainless steel, depo baru di Makassar, pengembangan lebih lanjut Unit 7, serta peningkatan berkelanjutan di seluruh kapasitas yang ada.

RUPS ISSP

PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk tahun buku 2021 di Jakarta. Agenda yang dibahas diantaranya yaitu para pemegang saham menunjuk Welly Tantono dan  Bing Hartono Poernomosidi sebagai Komisaris Independen, menggantikan Soesilo Widjaja. 

Welly Tantono merupakan lulusan dari Duke University School of Law JD (with honors) dan Harvard University (with honors) dan beliau juga memegang beberapa posisi penting perusahaan di kawasan Asia. Sedangkan, Bing Hartono Poernomosidi adalah seseorang yang memiliki reputasi profesional dan memegang beberapa posisi dalam audit dan sektor baja. 

Dalam RUPS Para pemegang saham sepakat untuk mendistribusikan dividen sebesar Rp 9,- per lembar saham. Pembayaran ini meningkat 50% dari dividen tahun lalu, mencerminkan sekitar 3% hasil dividen dari harga saham saat ini. Dengan total saham beredar sekitar 7 miliar lembar saham, total pembayaran dividen akan menjadi sekitar 63 miliar rupiah, mencerminkan rasio pembayaran dividen sekitar 13%. 

Perusahaan memiliki kebijakan untuk secara konsisten mendistribusikan keuntungan perusahaan kepada pemegang saham dan sepenuhnya mengharapkan ini akan meningkat sesuai dengan keuntungan tahunan, dan dengan mempertimbangkan kepentingan jangka panjang dari pemegang saham utama dan minoritas. 

RUPS juga membahas penggunaan dana hasil Obligasi dan Sukuk yang akan digunakan untuk modal kerja, sesuai prospektus. Sebagian besar dana telah disalurkan pada 31 Desember 2021 dan sisanya sebesar 1,3 Miliar rupiah telah digunakan sepenuhnya pada Maret 2022. Semua legalitas dan dokumentasi terkait telah diselesaikan.

Sejalan dengan alasan perusahaan membagikan dividen di atas, Spindo masih memiliki keyakinan yang tinggi dengan kondisi Indonesia. Namun demikian, kami menyadari bahwa untuk mencapai target yang telah ditetapkan sebelumnya akan membutuhkan lebih banyak upaya dari Tim Spindo. 

“Perusahaan melihat beberapa peluang untuk meningkatkan pangsa pasar kami, mengingat tantangan apa pun akan mempengaruhi semua peran di sektor ini. Dengan postur keuangan yang kuat, kami akan mampu untuk memperoleh lebih dari apa yang diperoleh oleh pesaing,” ujar manajemen SPindo dalam keterangan resminya. Kamis, (30/6/2022).

Produk lintas sektor juga dapat memungkinkan untuk menetapkan harga produk secara lebih efisien, di mana ukuran yang kami tetapkan memungkinkan untuk mendapatkan harga dan ketentuan yang lebih baik dari pemasok. 

Atas dasar itu perusahaan berkeyakinan bahwa prospek ekonomi Indonesia dapat mendukung target Spindo mencapai 500.000 ton pada tahun 2025. Pada saat ini manajemen memperkirakan target penjualan 2022 sekitar 385.000 ton yang merupakan kenaikan 20% dari penjualan tahun lalu, dengan margin bersih antara 7-10%.


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button