Renewable Energy ENERGY PRIMER
Trending

ROAD TO COP 26: Huawei Digital Power Dorong Energi Terbarukan di Indonesia

ROAD TO COP 26: Huawei Digital Power Dorong Energi Terbarukan di Indonesia
CEO Huawei Indonesia Jacky Chen./Foto: Huawei Indonesia

LISTRIK INDONESIA | Huawei Indonesia siap bekerja dengan dengan Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan target karbon netral (Net Zero Emission) di Tanah Air pada 2060 sebagai respons atas seruan pemerintah kepada sektor swasta untuk berkolaborasi dalam percepatan transisi energi.

Seruan terhadap dukungan serta keterlibatan pihak swasta tersebut disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif pada gelaran Road to COP 26, Indonesia Pathway to Net Zero Emission – Energy Transition yang digelar oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) yang bekerja sama dengan Huawei.

CEO Huawei Indonesia Jacky Chen mengungkapkan bahwa komitmen Huawei dalam menghadirkan solusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk dunia dalam mencapai Net Carbon Emission.

"Sebagai bentuk keseriusan, kami mengembangkan divisi khusus yaitu Huawei Digital Power yang mengintegrasikan teknologi digital dan energi terbarukan, serta menyediakan produk dan solusi yang ramah energi listrik terbarukan seperti transportasi listrik, infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi yang hijau, dan energi berbasis teknologi secara terintegrasi,” ujar Jacky saat sambutan pembukaan gelaran Road to COP 26, Jumat (22/10).

Jacky menjelaskan bahwa hal unik yang membuat Huawei Digital Power berbeda dibandingkan dengan para penyedia solusi sejenis adalah filosofi ‘menggunakan bits untuk mengelola watts’. Hal ini merujuk pada cara korporasi menggunakan teknologi digital untuk mengelola perangkat daya elektronik dan dengan demikian menyediakan solusi yang sederhana, ramah lingkungan, sekaligus aman.

Menurutnya, untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan di tingkat global dan memfasilitasi revolusi energi global, Huawei membentuk divisi yang fokus di lini bisnis energi terbarukan, yaitu Divisi Digital Power. Divisi Digital Power, lanjutnya, akan bekerja sama dengan pelanggan dan mitra global untuk mencapai target bebas emisi karbon secara lebih cepat serta membangun masa depan yang lebih hijau.

 

Jacky menyampaikan, Digital Power akan meningkatkan investasi untuk riset dan pengembangan (R&D) dan operasi pasar berdasarkan kebutuhan pelanggan, mengembangkan model operasi yang sesuai dengan karakteristik industri di sektor energi dan memperluas bisnis energi dengan cepat.

 

Transisi Energi

Menteri ESDM Arifin Tasrif menjelaskan bahwa aksi mitigasi yang berperan paling besar dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca di sektor energi adalah melalui pengembangan energi baru terbarukan.

Menurutnya, kebijakan energi global yang sedang berkembang saat ini adalah transisi dari energi fosil ke energi terbarukan yang minim emisi dan ramah lingkungan untuk mencapai target Net Zero Emission.

Dalam hal ini, Indonesia telah menyiapkan peta jalan transisi energi menuju Net Zero Emission untuk periode 2021 sampai 2060.

“Strategi utama yang akan dilakukan antara lain adalah pengembangan energi baru terbarukan secara masif. Selanjutnya, retirement pembangkit listrik tenaga fosil yang dilakukan secara bertahap sesuai dengan umur pembangkit atau bisa lebih cepat dengan mekanisme yang tepat. Strategi berikutnya adalah mengoptimalkan pemanfaatan energy storage seperti pump storage, battery energy storage system, dan hydrogen fuel cell secara bertahap mulai tahun 2031,” ujarnya.

Ketua Komite Tetap Energi Terbarukan Kadin Indonesia, Muhammad Yusrizki menyatakan diperlukan aksi nyata, baik dari sektor publik maupun swasta, untuk mencapai dekarbonisasi.

Kadin mengapresiasi komitmen Kementerian ESDM dan PT PLN (Persero) khususnya dalam menerbitkan RUPTL Hijau misalnya. Terkait dengan penyelenggaraan Road to COP 26, kami juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh penyedia solusi TIK dan digital power dunia Huawei yang memiliki komitmen tinggi dalam mengembangkan solusi-solusi untuk menjawab isu emisi karbon ini," kata Yusrizki.


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button