Renewable Energy ENERGY PRIMER NEWS
Trending

Potensi Bahan Baku Melimpah, Denmark Tertarik Bangun Dua PLTBm di NTB

Listrik Indonesia | Pemerintah Denmark tertarik berinvestasi dalam membangun Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) di Nusa Tenggara Barat (NTB), tak tanggung-tanggung Denmark bakal membangun dua pembangkit sekaligus.

Hal ini karena melimpahnya bahan baku biomassa di NTB membuat Pemerintah Denmark tertarik untuk berinvestasi PLTBm di sana. Hal itu diungkapkan oleh Staff Khusus Gubernur NTB Bidang Energi, Fauzi Imron. Ia menjelaskan, Denmark tertarik dalam proyek PLTBm di Lombok dan Sumbawa.

Untuk proyek PLTBm Lombok, kata Fauzi, kapasitas pembangkit sebesar 20 megawatt (MW) dengan bahan baku jerami yang disuplai dari Lombok Barat. Pada bulan September, pihak Denmark akan melakukan Feasibility Study (FS) dengan target paling cepat 8 bulan untuk studi kelayakan tersebut. Dana investasi diperkirakan sebesar US$60 juta dengan skema pendanaan 35% hibah dan 65% pinjaman lunak dari Denmark selama 10 tahun.

“Setelah FS kita rencanakan untuk Ground Breaking pada awal tahun 2024,” ujar Fauzi Imron kepada Listrik Indonesia saat dikonfirmasi. Rabu, (17/8/2022).

Sementara itu, untuk proyek PLTBm di Kabupaten Sumbawa dengan kapasitas 2x25 MW, nantinya akan dibangun dua pembangkit masing-masing berkapasitas 25 MW.  Adapun nilai investasi PLTBm Sumbawa ini berkisar US$150 juta atau Rp2 triliunan. Dengan skema pembiayaan yang sama.

“Untuk di Sumbawa ini kita menggunakan bahan baku tongkol jagung, kebutuhannya sekitar 2.000 ton per hari,” jelasnya.

Potensi dan Gandeng Mitra Lokal

Lebih lanjut, ia mengatakan, untuk feedstock  sudah diselesaikan studinya tinggal pembangunan gudang-gudangnya saja. Kemudian, masalah angkutan juga sedang dikoordinasikan dengan pihak Pemda. Tak sampai di situ, untuk meningkatkan jumlah bahan baku, nantinya pengembang akan menjual Pupuk Jagung ke para petani dengan harga paling murah atau minimal setara harga subsidi.

“Para petani masih mengeluhkan harga Pupuk yang masih terbilang mahal. Jadi produk biomassa tidak hanya untuk listrik, nantinya biogas yang dihasilkan kita akan jadikan produk Pupuk karena itu kita juga ingin membantu mereka,” katanya.

“Setelah mengetahui potensi biomassa yang ada di NTB itulah yang membuat tertarik pemerintah Denmark untuk berinvestasi,”imbuhnya.

Dua proyek PLTBm ini juga akan menggandeng mitra lokal. Pelaksanaanya yakni melibatkan BUMD Provinsi, sementara untuk ketersediaan bahan baku akan dikelola oleh BUMDes dari setiap Kabupaten yang berkoordinasi dengan BUMD. Sebelumnya, Fauzi dan pihak Denmar bertemu dengan pihak PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) di mana PT  SMI sebagai lembaga keuangan yang mengelola pembiayaan sektor energi terbarukan.

“Iya, hubungan dengan PT SMI yakni Government to Govenrment. Jadi PT SMI akan mengelola pinjaman lunak untuk proyek ini sebagai penjamin,”terangnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya menambahkan, bahan baku utama proyek energi biomassa ini bisa berupa limbah pertanian seperti sekam, jerami, tongkol jagung, kulit jagung, dan limbah padat rumah tangga.

Ia menyampaikan, limbah pertanian yang cukup melimpah di Kabupaten Sumbawa adalah limbah jagung. “Sumbawa punya potensi besar untuk biomassa, limbah jagung kita melimpah, tinggal bagaimana kesiapan kita dalam manajemen stok material biomassa," ujar Suharmaji di Sumbawa, dikutip.

Suharmaji mengatakan, proyek biomassa di Lombok Barat harus mengumpulkan sekitar 2.700 ton jerami per hari. Jerami itu dikumpulkan dengan memberdayakan BUMDes setempat. Oleh karena itu, ia berharap proyek biomassa ini bisa terealisasi di Sumbawa dengan mekanisme yang sama dengan Lombok Barat. Selain bisa memberikan dampak ekonomi dan sosial, juga berdampak positif terhadap kebutuhan energi.

Bupati Sumbawa Mahmud Abdullah juga meminta agar perangkat daerah segera mempersiapkan segala persyaratan yang dibutuhkan untuk proyek itu.Termasuk mempersiapkan manajemen stok bahan bakunya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button