NEWS Electric Equipment POWER TECH Power Plant MEGA PROJECT
Trending

PAL Indonesia Bangun Pembangkit Listrik Terapung

PAL Indonesia Bangun Pembangkit Listrik Terapung
Listrik Indonesia | PT PAL Indonesia (Persero) tengah menggarap Proyek pembangunan Dual Fuel Barge Mounted Power Plant (BMPP) 60 megawatt (MW) Kolaka 1 kini pengerjaan telah mencapai 60 persen. 

Direktur Rekayasa Umum dan Harkan PAL Indonesia, Sutrisno mengungkapkan, Proyek Dual Fuel BMPP yang merupakan pesanan dari PT Indonesia Power, anak usaha PT PLN (Persero) yang nantinya akan ditempatkan di Kolaka, Sulawesi Tenggara. Untuk pengerjaan 1 unit Dual Fuel BMPP memakan waktu hingga 15 bulan.

“BMPP diharapkan bisa dibawa ke site pada akhir bulan Desember 2020,” ungkap Sutrisno.

Lanjut, Sutrisno menerangkan BMPP 60 MW memiliki panjang 72 meter, lebar 27,4 meter, tinggi 6,5 meter dan sarat setinggi 4,7 meter serta ditunjang dengan 6 x Dual Fuel Engine 20V34DF. BMPP mengadopsi teknologi dua fuel dan juga disiapkan untuk 100% bahan bakar gas.

Keunggulannya Mobile, artinya mudah dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain yg membutuhkan pasokan listrik. Advantage ini sangat cocok dlm kondisi emergency spt saat paska bencana (tsunami, gempa, dll). Compact dan memiliki dimensi yg optimal dengan draft barge yg rendah shg cocok ditempatkan di daerah terpencil baik area sekitar pantai maupun sungai yg dangkal.  Less maintenance, BMPP ini didesain mampu terapung diatas air tanpa docking sampai 20 tahun shg sangat efektif dan efisien. 

Menggunakan teknologi Dual Fuel yang sangat fleksible thd availability bahan bakar di lokasi penempatan, bisa pakai oil fuel maupun gas fuel, dan mampu switching bahan bakar tanpa menghentikan operasional pembangkit (switching tanpa kedip). Pembangkit ini juga sesuai dengan kebijakan Pemerintah untuk mengurangi pembangkit dengan Bahan Bakar Minyak menjadi Bahan Bakar Gas. Memiliki performance yang andal karena dibangun dengan proven design dan proven technology.

Fleksibilitas pengoperasian dengan bahan bakar yang berbeda, dapat dioperasikan dengan mode BBM atau diesel atau mode Gas tanpa perlu mematikan pembangkit dan tanpa kedip, memiliki Heat Rate dan Spesific Fuel Consumption (SFC) yang sangat efisien serta mampu dioperasikan secara terus-menerus tanpa docking repair selama 20 tahun, sehingga dapat memenuhi kebutuhan atau mengganti pembangkit terapung di beberapa wilayah Indonesia

Meski sempat terkendala akibat pandemi Covid-19 Proyek BMPP ini. Namun, PT PAL berupaya maksimal untuk melakukan recovery progress akibat pandemi yang dirasakan pada tahap approval drawing dan pengadaan peralatan pada Maret-Mei 2020.

Adapun yang melatarbelakangi pembuatan Dual Fuel BMPP, Sutrisno menerangkan, pembuatan Kapal pembangkit listrik ini diawali oleh keinginan yang kuat untuk memenuhi target rasio elektrifikasi di seluruh Indonesia terutama di daerah terpencil.

“Pembangkit terapung ini sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan PLN,” ujarnya.

Dual Fuel BMPP 60 MW Kolaka 1 merupakan salah satu dari tiga Dual Fuel BMPP 150 MW yang dipesan Indonesia Power kepada PAL Indonesia. “Rencana gasifikasi pembangkit, hal tersebut juga sangat relevan dengan proyek BMPP,” ucapnya. (CR)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button