NEWS
Trending

Menyoal Captive Power, Akademisi Ini Dorong Revisi Regulasi IPP

Menyoal Captive Power, Akademisi Ini Dorong Revisi Regulasi IPP
Fahmy Radhi mendorong pemerintah untuk merevisi regulasi yang mewajibkan PLN membeli listrik swasta (Independen Power Produce/IPP). (Foto: net)

Listrik Indonesia | Akademisi Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi mendorong pemerintah untuk merevisi regulasi yang mewajibkan PLN membeli listrik swasta (Independen Power Produce/IPP). Hal ini diperlukan karena saat ini PLN mengalami surplus daya yang cukup banyak.
"Saya kira memang ada over supply PLN yang disebabkan karena penurunan permintaan listrik, baik rumah tangga dan industri akibat pandemi Covid-19, itu menyebabkan adanya over supply. Kedua, juga adanya IPP, swasta yang membangun pembangkit yang dijual ke PLN dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Nah, PLN Wajib membeli listrik dari IPP ini," ujar Fahmy, saat dihubungi di Jakarta, Rabu (7/10).
Diakuinya, ada beberapa individu yang menyelenggarakan kebutuhan listriknya secara mandiri (captive power), namun porsinya masih kecil. Hanya, katanya, kelebihan daya yang dimiliki PLN sekarang ini disumbang oleh pasokan IPP yang wajib diserap PLN.
"Oleh karena itu harus ada perubahan aturan menteri yang tidak harus membeli listrik dari IPP, tapi disesuaikan dengan kebutuhan PLN. Kalau memang PLN sedang over supply, ya tidak wajib membeli dari IPP. Layaknya B to B aja. Pembelian tadi ditentukan atas demand dan supply dari kedua pihak ini," kata pakar di bidang manajemen ini.
Regulasi yang dimaksud adalah Permen ESDM nomor 10 tahun 2017, yang di dalamnya mengatur kesetaraan risiko dalam jual beli listrik antara IPP sebagai penjual dan PT PLN (Persero) sebagai pembeli. Dia menilai, diwajibkannya PLN untuk membeli listrik swasta dengan dalih pentingnya kehadiran negara dalam pengelolaan sistem ketenagalistrikan, justru akan memberatkan PLN.
"Tidak wajib lagi, tapi tergantung demand and supply. Kalau PLN membutuhkan banyak, ya dibeli dengan harga yang disepakati. Tapi kalau sekarang sedang over supply dan wajib membeli, ini akan memberatkan PLN. Menekan PLN. PLN bisa collaps karena kelebihan supply sementara demand-nya menurun cukup drastis," tegasnya. (pin)


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button