Renewable Energy ENERGY PRIMER NEWS
Trending

Ketahanan Energi, Menteri ESDM: Konversi PLTD ke Pembangkit EBT

Ketahanan Energi, Menteri ESDM: Konversi PLTD ke Pembangkit EBT
Menteri ESDM Arifin Tasrif [Foto: Ridwan Ewako - LISTRIK INDONESIA]

Listrik Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyebutkan percepatan pemanfaatan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) sebagai salah satu solusi menuju ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Menjelaskan grand strategy energi yang disiapkan pemerintah, Arifin mengatakan Indonesia menghadapi setidaknya empat tantangan utama atas meroketnya permintaan energi, sementara kapasitas pasokan terbatas.

Pertama, produksi minyak mintah (crude) yang terus turun. Saat yang sama impor crude dan bahan bakar minyak (BBM) jenis gasoline meningkat. Kedua, LPG (liquefied petroleum gas) masih impor.

Ketiga, ekspor batu bara terus tertekan. Keempat, infrastruktur gas dan listrik belum terintegrasi.

Menteri Arifin menambahkan meninggalkan bahan bakar fosil menuju memakaian EBT merupakan keniscayaan. Hampir seluruh negara menempuhnya. 

"Rusia sudah mengembangkan PLTN mobile terapung. Cina juga serius pada pemakaian zero emission energy. Kita pun melakukan langkah mempercepat pemakaian EBT semaksimal mungkin. Kita sedang transisi ke sana," papar Arifin saat tampil senagai pembicara di Forum Diskusi Denpasar 12, edisi ke-47, yang bertema 'Peta Jalan Menuju Ketahanan dan Percepatan Transisi Energi Nasional', Rabu, 3 Maret 2021. 

BACA JUGA: EBT Merupakan Kontrak Global Semua Negara di Dunia Cegah Krisis Iklim

Serial diskusi virtual itu digagas oleh Lestari Moerdijat, wakil ketua MPR RI Koordinator Bidang Aspirasi Masyarakat dan Daerah. 

Diskusi edisi ke-47 yang diikuti 150 peserta yang berasal dari berbagai provinsi menghadirkan narasumber lain:  Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, pengusaha bisnis geothermal Supramu Santosa, dan Tri Mumpuni, aktivis Institute Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA).

Tampil sebagai penanggap, yakni Dr. Suyoto, koordinator Bidang Kebijakan Publik dan Isu Strategis DPP Partai Nasdem, dan Dr. Kurtubi, ketua Bidang Energi dan Mineral DPP Partai Nasdem.

Pemerintah, lanjut Menteri ESDM, bersiap mengonversi pembangkit listrik bahan bakar minyak (BBM) ke EBT. Terdapat 5.200 unit Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang tersebar di 2.130 lokasi di seluruh wilayah tanah air.

Pada tahap I, konversi ke pembangkit listrik berbasis EBT dilakukan terhadap 927 unit PLTD di 200 lokasi, yang total kapasitas perpasangnya sebesar 225 MW. Langkah awal ini diperkirakan menurunkan polusi emisi 0,74 juta setara karbondioksida (CO2e).

Ditambahkan, konversi pembangkit listrik dimaksud pun bertujuan mengurangi biaya impor BBM dan menghemat belanja keuangan negara. (RE)



 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button