AGENDA MEGA PROJECT NEWS
Trending

Kemenkeu Siapkan Fasilitas Pembiayaan Untuk Pengembangan Panas Bumi

Kemenkeu Siapkan Fasilitas Pembiayaan Untuk Pengembangan Panas Bumi

Listrik Indonesia | Panas bumi merupakan salah satu potensi energi baru dan terbarukan yang ditargetkan Pemerintah untuk dapat menghasilkan daya 7.241,5 Megawatt (MW) pada tahun 2025. Dalam mencapai target tersebut, risiko eksplorasi menjadi salah satu tantangan khususnya bagi pengembang. Untuk menurunkan risiko eksplorasi tersebut, Pemerintah telah menyediakan dukungan dana Pembiayaan Infrastruktur Sektor Panas Bumi (PISP) yang dikelola oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) sebagai BUMN di bawah Kementerian Keuangan.

Dijelaskan oleh Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara, Kementerian Keuangan Heri Setiawan. Dalam mengembangkan industri panas bumi Kementerian Keuangan telah menyiapkan PISP sebagai fasilitas derisking atau skema risk sharing, dimana dalam hal terjadi kegagalan eksplorasi, pengembang tidak sepenuhnya menanggung risiko dan biaya eksplorasi. Keberadaan fasilitas pembiayaan dengan fitur derisking untuk pengembangan di hulu (upstream), akan menurunkan risiko eksplorasi sebagai risiko terbesar yang dihadapi oleh pengembang panas bumi. Dengan berkurangnya risiko di tahap ini, maka akan mendorong kegiatan eksplorasi semakin masif dan selanjutnya meningkatkan minat investor untuk berpartisipasi di sektor panas bumi.

Fasilitas PISP melalui mekanisme SLA (Subsidiary Loan Agreement) dari pemerintah kepada BUMN PT SMI yang sekaligus bertindak sebagai Executing Agency. Selanjutnya PT SMI akan mengelola dan menyalurkan fasilitas itu kepada para pengembang. Khusus untuk pengembang BUMN (skema SOE drilling) penyaluran berdasarkan penugasan khusus dari Menteri Keuangan, sedangkan untuk pengembang swasta (skema private drilling) penyaluran dilakukan melalui kesepakatan business to business.

“Jadi Derisking dalam pengembangan panas bumi 50 persenya ditanggung oleh fasilitas ini,” ujarnya. Kamis, (11/3/2021) dalam acara Online Focus Group Discussion (FGD) Optimalisasi Peran Panas Bumi dalam Mewujudkan Ketahanan Energi Nasional.

Lebih lanjut, Heri memaparkan, adapun jumlah dana untuk PISP sebesar Rp3,1 Triliun. Ia menyebut, untuk pembiayaan eksplorasi (Government Drilling) saat ini untuk 4 proyek penugasan antara lain Was Seno di Flores NTT, Jialolo di Maluku Utara, Nage di Flores NTT, dan Bituang di Sulawesi Selatan. Selain itu, pembiayaan eksploitasi utnuk 1 proyek PLTP Small Scale Dieng kapasitas 10 MW yang digarap PT Geo Dipa Energi (Persero).

Terkait Holding Panas Bumi, Heri mengatakan, ada beberpa manfaat saat holding iniwujud seperti menciptakan perusahaan geothermal terbesar di Dunia, potensi sinergi besar dari 3 perusahaan BUMN geothermal yaitu PGE, Geo Dipa, dan PLN GG. Kemudian kemampuan pendanaan yang lebih baik, dan memperkuat struktur permodalan.

“Tapi bisa hilangnya potensi dukungan pemerintah kepada Holding Geothermal (Non-BUMN), terhambatnya proyek pemerintah melalui skema penugasan BUMN, dan restrukturisasi perjanjian eksisting atas perubahan status ke  Non-BUMN itulah tantangannya,” tandasnya. (Cr)


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button