NEWS
Trending

Kapal Listrik PLN Kembangkan Wisata Bahari Babel

Kapal Listrik PLN Kembangkan Wisata Bahari Babel
Listrik Indonesia | PLN Wilayah Bangka Belitung kembangkan objek wisata berbasis masyarakat di Belitung melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan mengembangkan kawasan hutan mangrove menggunakan kapal listrik di desa Sijuk Belitung.

Dalam melaksanakan program CSR, PLN senantiasa menggandeng segenap stakeholder terkait antara lain perwakilan dari Kementerian Pariwisata, Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung, Ketua Destination Management Organization (DMO), dan para kepala desa, serta tokoh masyarakat. Untuk mendorong pertumbuhan pariwisata, saat ini Belitung memiliki kawasan ekonomi khusus (KEK) di Tanjung Kelayang dan kawasan tata kelola destinasi wisata yang ada di Kecamatan Sijuk dan Tanjungpandan. Adanya bantuan CSR PLN ini diharapkan mampu menyiapkan komunitas-komunitas dan desa-desa yang ada menjadi destinasi wisata yang layak dikunjungi. Sehingga nantinya dapat meningkatkan taraf hidup dan kemandirian masyarakat.

Susiana Mutia, General Manager PLN Wilayah Bangka Belitung, menyampaikan, bahwa untuk pengelolaan wisata bahari di tempat tersebut seluruhnya adalah anggota dan komunitas desa, dengan melibatkan perangkat desa dan masyarakat desa. Hal ini merupakan bentuk dukungan nyata PLN dalam pengembangan pariwisata di pulau Belitung.

“Saat ini kondisi kelistrikan di pulau Belitung sudah surplus, PLN mendukung pariwisata Belitung baik melalui kesiapan listrik maupun program-program CSR,” ungkap Mutia.

Di lain sisi, pengembangan dan pembinaan desa wisata tersebut diiringi dengan konsep pembentukan kawasan desa wisata green energy. Di mana desa-desa binaan tersebut didorong untuk menjadi desa tertib listrik dan menggunakan peralatan listrik modern seperti kompor listrik dan perahu motor listrik.

Dika pengelola wisata, mengatakan, Di sini wisatawan dapat menyusuri hutan mangrove yang tersusun secara alami namun rapi di sore hari dengan  menggunakan kapal listrik. Sebuah wahana transportasi yang tidak mengeluarkan suara sama sekali sehingga satwa-satwa yang muncul ke permukaan hutan dapat dilihat seiring saya menaiki kapal. Perjalanan ini dilakukan hampir setengah jam lamanya, dengan akhir yang indah, yaitu sebuah pemandangan sunset di ujung hutan mangrove dengan perjalanan menggunakan kapal listrik. Sebuah pengalaman tak terlupakan menikmati sunset dengan kapal listrik dikelilingi hutan mangrove.

“Kami bersyukur berkat dukungan kapal listrik dari PLN, pembinaan dan support dari Kementerian Pariwisata dan pemda menjadikan kami semakin mandiri dalam mengelola desa wisata ini,” ucap Dika. (GC)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button