NEWS
Trending

Jelang KTT G20 Bali, Indonesia Power Tambah Pembangkit 2x100 MW dan Bangun PLT Hybrid

Jelang KTT G20 Bali, Indonesia Power Tambah Pembangkit 2x100 MW dan Bangun PLT Hybrid

Listrik Indonesia | PT PLN (Persero) melalui anak usahanya PT Indonesia Power relokasi Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dari Grati ke Pesanggaran dan bangun Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) Hybrid Nusa Penida.

Dalam keterangan yang diterima Listrik Indonesia, PT Indonesia Power akan merelokasi PLTG Grati ke Pesanggaran dengan kapasitas 2x100 MW dan PLT Hybrid dengan kapasitas PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) 3,5 MWac, serta menggunakan BESS (Battery Energy Storage System) 3 MW/1,84 MWh untuk menunjang pergelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Oktober 2022 di Bali.

“Ini sebagai wujud komitmen korporasi untuk mendukung program Pemerintah Provinsi Bali dalam Penyediaan Energi Bersih.” Jumat, (18/2/2022).

Sebelumnya Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memaparkan kesiapan PLN menjaga keandalan listrik Bali jelang KTT G20. Untuk memastikan keandalan pasokan listrik selama KTT G20, PLN akan menerjunkan 550 petugas siaga untuk mengamankan pembangkit sampai dengan lokasi venue acara setiap hari.

Mayoritas dari personel ini bertugas mengamankan jalur distribusi sebanyak 436 orang. Sementara 28 petugas di antaranya akan siaga di pembangkit Bali dan Jawa, 52 personel akan mengamankan transmisi, 18 petugas piket patroli jaringan, dan 16 orang piket pengatur beban.

“Untuk memastikan keandalan pasokan listrik 24 jam selama kegiatan KTT G20 berlangsung, PLN pun membagi para petugas ini menjadi tiga shift,” ujarnya.

Tidak hanya itu saja, PLN juga akan menyiagakan 12 unit mobil Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), 26 Unit Gardu Bergerak (UGB) dengan total kapasitas 7.660 kilo Volt Ampere (kVA), 55 unit Uninterruptible Power Supply (UPS) berkapasitas 5.370 kVA, 31 unit Genset Mobile berdaya 4.490 kVA. Selain itu, ada juga 59 unit mobil, 23 unit reaksi cepat, serta 104 unit sepeda motor untuk pelayanan teknik (Yantek).

Dari sisi suplai daya, Darmawan menegaskan sistem kelistrikan Bali sudah siap untuk menyelenggarakan pergelaran KTT G20. Dengan daya mampu sistem sebesar 1.322,1 Mega Watt (MW), beban puncak tertinggi pada 2021 tercatat sebesar 754,6 MW. Sehingga masih ada cadangan daya atau reserve margin sebesar 567,8 MW atau 42,9 persen.

“Khusus KTT G20, kita akan tingkatkan 40 persen, sambil kita tingkatkan utilisasi aset,” tegas Darmawan.

Selain memastikan keandalan pasokan listrik, PLN juga berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur pengisian energi kendaraan listrik. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi rencana para kepala negara yang akan menggunakan mobil listrik.

“Sebagaimana informasi yang kami terima, akan ada 500 mobil listrik yang akan digunakan oleh para delegasi KTT G20. Tentu jumlah SPKLU yang ada saat ini masih kurang,” kata Darmawan.

Maka dari itu, PLN akan menambah pengoperasian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Fast Charging sebanyak 21 unit di 15 shelter di lokasi-lokasi strategis milik PLN. Seluruh SPKLU yang akan dibangun ini merupakan tipe Fast Charging, dengan rincian 12 unit tipe 25 kilo Watt (kW) dan 9 unit tipe 50 kW.

Diprediksi beban puncak saat penyelenggaraan KTT G20 sebesar 980 MW. Kesuksesan penyelenggaraan G20 Indonesia akan menjadi kunci dan bukti komitmen PLN dalam mendukung pemerintah dalam mewujudkan transisi energi berkelanjutan,” pungkasnya.


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button