Trending

ESDM Bekali Mahasiswa Gerilya dengan Praktek Instalasi PLTS Atap di PT SEI

ESDM Bekali Mahasiswa Gerilya dengan Praktek Instalasi PLTS Atap di PT SEI
Dok. KESDM

Listrik Indonesia | Memasuki pembelajaran minggu kedelapan, Sabtu (23/10), para peserta program Kampus Merdeka Gerilya (Gerakan Inisiatif Listrik Tenaga Surya) Kementerian ESDM melakukan praktek instalasi PLTS Atap di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang listrik tenaga surya, PT. Surya Energi Indotama (SEI) yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat.

 

Perusahaan ini merupakan anak perusahaan dari PT Len Industri (Persero) yang tidak hanya bergerak di bidang instalasi, namun juga di bidang penyediaan jasa hingga komisioning PLTS. Didampingi oleh para mentor dan teknisi, para peserta Gerilya mendapatkan arahan secara teoritikal dan teknikal dari profesional PT. SEI.

 

"Kami menyambut baik kegiatan ini. Dengan praktik langsung PLTS mulai pemasangan hingga komisioning, harapannya adik-adik menjadi generasi pionir dalam pengembangan PLTS di Indonesia," ujar Dyla Nadia Pratiwi, Digital Marketing Leader LenSOLAR, PT SEI.

 

Menurut Dyla, kabar baik juga baru saja diterima penyedia PLTS khususnya di Bandung dan sekitarnya. "Para industri yang ada di Bandung telah diwajibkan oleh Pemerintah Bandung untuk menggunakan PLTS dalam memenuhi kebutuhan listriknya," ucap Dyla.

 

Ia merinci, sejauh ini PT SEI telah memasang 22 MegaWatt peak (MWp) PLTS ongrid, 5,7 MWp PLTS offgrid, 3,7 MWp PLTS hybrid, 2,3 MWp power tower BTS, 11.000 tiang Penerangan Jalan Umum (PJU), dan lebih dari 2 MWp aplikasi PV lainnya.

 

Pada kesempatan tersebut, selain mengenal produk serta jasa yang disediakan PT SEI, peserta Gerilya juga dijelaskan mengenai skema bisnis yang ditawarkan oleh PT SEI untuk menarik minat para masyarakat. Selanjutnya, mahasiswa diajak praktik langsung memasang modul PV. Para peserta Gerilya diharapkan mampu mempratikkan proses instalasi dan komisioning PLTS atap dengan menerapkan ilmu yang telah didapatkan pada pembelajaran sebelumnya.

 

Seusai melakukan site visit, peserta Gerilya juga dibekali dengan problem handling PLTS Atap yang umumnya terjadi pada instalasi PLTS, yang disampaikan oleh Widyaiswara Ahli Madya Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia KEBTKE Kementerian ESDM, Ahmad Khulaemi. "Ada beberapa problem yang terjadi pada instalasi PLTS mulai dari kerusakan modul, kebakaran, retak, korsleting listrik dan lainnya. Ini harus menjadi perhatian utama karena terkait benar dengan keselamatan kerja di PLTS Atap," ungkap Ahmad.

 

Antusiasme 30 mahasiswa Gerilya untuk mengikuti kegiatan ini sangat tinggi, terlihat dari sesi diskusi yang baru selesai pukul 21.00 WIB. Mahasiswa Gerilya berasal dari 21 universitas di Indonesia dengan jurusan yang berbeda. Setelah lulus dari program Gerilya, diharapkan mahasiswa dapat berkontribusi nyata dalam mendorong terwujudnya target bauran energi baru terbarukan sebesar 23% di tahun 2023. (TS)
 


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button