AGENDA
Trending

Ekspor Sawit Nasional Capai Rp69,7 Triliun

Ekspor Sawit Nasional Capai Rp69,7 Triliun

Listrik Indonesia | Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mencatat pungutan ekspor sawit tertinggi sepanjang sejarah. Capaian itu diperoleh pada 2021 dengan nilai Rp69,7 triliun.

“Industri kelapa sawit ini telah berkontribusi pada pendapatan pemerintah, keuntungan bagi perusahaan, lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan bagi petani kecil. BPDPKS didirikan pada tahun 2015 untuk mendorong pembangunan dan keberlanjutan sektor kelapa sawit melalui pengelolaan dana yang prudent, transparan, dan akuntabel,” terang Eddy Abdurrachman, Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) pada press conference, di Jakarta. Selasa, (28/12/2021).

 

Eddy mengatakan, sebagai lembaga pengelola dana, BPDPKS memastikan prinsip “from palm oil to palm oil” diterapkan di setiap program. Kinerja penghimpunan dana BPDPKS di tahun 2021 dari pungutan ekspor sawit mencapai lebih dari Rp69,7 triliun yang digunakan untuk menjalankan program-program tersebut, yang meliputi pemberian dukungan untuk program mandatori biodiesel, peremajaan sawit rakyat, penyediaan sarana dan prasarana kelapa sawit, penelitian dan pengembangan, pengembangan sumber daya manusia, serta program promosi dan kemitraan.

BPDPKS sendiri mulai didirikan sejak Juli 2015. Sejak didirikan hingga November 2021, nilai pungutan dari ekspor sawit berada di rentang Rp6,9 triliun hingga Rp67,53 triliun dengan rata-rata pungutan ekspor sebesar Rp19,29 triliun.

Sementara itu, volume ekspor kelapa sawit periode Juli 2015-November 2021 berada di rentang 18,49-40,77 juta metrik ton dengan rata-rata ekspor 34,47 juta metrik ton/tahun. Pada 2021, nilai volume ekspor mencapai 35,88 juta metrik ton.

Adapun nilai ekspor pada 2021 mencapai US$28,99 miliar dengan catatan nilai ekspor (FOB) kelapa sawit periode Juli 2015-November 2021 berada di rentang US$7,7 sampai USD$28,99 miliar dan nilai rata-rata ekspor sebesar US$20,67 miliar.

“Diharapkan capaian ini dapat terus ditingkatkan di tahun 2022 dengan dukungan seluruh stakeholder. Seluruh capaian ini tentunya tidak mungkin bisa diraih sendiri oleh BPDPKS, melalui dukungan dan sinergi yang baik dari seluruh stakeholder, tentunya tahun 2022 akan menjadi tantangan baru bagi industri sawit Indonesia dan BPDPKS khususnya untuk dapat mempertahankan kinerja dan capaian yang lebih baik,” tutupnya.


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button