AGENDA NEWS
Trending

Dana Pensiun PLN Penuhi Manfaat Pensiun Seluruh Peserta

Dana Pensiun PLN Penuhi Manfaat Pensiun Seluruh Peserta
Listrik Indonesia | Dana Pensiun PT PLN (Persero) terus berakrobat melalui berbagai pengembangan portofolio investasi agar mendapatkan imbal hasil demi memenuhi kewajiban pembayaran manfaat pensiun (MP) kepada seluruh peserta/anggota.

Ada beberapa tantangan yang dihadapi Dana Pensiun (DP) PLN. Sejak 2012, pegawai tetap PLN tidak lagi diikutsertakan pada program pensiun DP PLN. Oleh karena itu, rasio kecukupan dana semakin mengecil dan tantangan semakin berat dengan munculnya ancaman resesi dan ketidakpastian ekonomi global termasuk Indonesia sebagai dampak pandemi Covid-19. 

Memperhatikan perkembangan itu, DP PLN melakukan re-profiling portofolio investasi dengan tujuan agar diperoleh struktur investasi yang paling menguntungkan, menguatkan likuiditas, mendorong pencapaian target sehingga mendapatkan hasil investasi melalui return of investment (RoI) yang optimal.

Dari studi optimalisasi, diketahui bahwa investasi di penempatan langsung pada saham, investasi pada tanah serta tanah dan bangunan berpotensi memberikan imbal hasil optimal sehingga investasi di kedua bidang itu dapat dijadikan bantalan bagi DP PLN bila terjadi gangguan pasar uang dan pasar modal.

“Strategi pengembangan investasi yang dilakukan DP PLN sejauh ini menunjukkan hasil usaha yang terus meningkat. Namun, perjalanan masih panjang, DP PLN harus mampu melayani hingga penerima Manfaat Pensiun (MP) terakhir. Pilihannya meningkatkan penempatan investasi langsung pada saham.”

Jika pada 2014, DP PLN memiliki 2 anak usaha, pada 2019 berkembang menjadi 7 anak usaha yang seluruhnya DP PLN sebagai pemegang saham mayoritas. 

Anak usaha itu adalah PT Sinergi Solusi Utama (pengembang PLTMH). PT Gerbang Sinergi Prima (sektor IT dan jasa pemasangan, operasi, dan pemeliharaan jaringan fiber optik. PT Sinergi Properti Pratama (properti, pengelolaan gedung dan fasilitas kesehatan). PT Sinergi Beton Utama (manufaktur tiang listrik beton dan produk beton pratekan lainnya). PT Tugu Kresna Pratama (PLN Insurance) di sektor layanan asuransi. PT Adiguna Putera (pengelolaan bongkar muat batu bara dan logistik). PT Maxima Daya Indonesia (manufaktur transformer tegangan menengah dan jasa pemeliharaan transformer).

Ketujuh anak usaha itu masih relatif muda sehingga belum seluruhnya memberikan dividen seperti yang diharapkan. “Semoga DP PLN Group tetap amanah dan profesional.”

DP PLN merupakan badan hukum yang didirikan oleh PT PLN (Persero) yang menghimpun dana pensiun pemberi kerja yang menjalankan program MP pasti bagi pegawai PLN dan anak perusahaan mitra pendiri. Pihak terkait DP PLN adalah pengurus DP PLN, pendiri dan mitra pendiri, regulator seperti OJK, peserta/pegawai PLN, penerima MP, dan dewan pengawas DP PLN.

Direksi DP PLN dalam berbagai kesempatan mengatakan tidak sulit untuk menaikkan MP PLN bila anggarannya tersedia. Untuk itu, butuh ketersediaan dana yang besar. Total MP pada 2015, dengan menaikkan MP Rp100.000 per peserta, DP PLN harus menyediakan tambahan dana Rp300 miliar. 

“Bagi DP PLN itu besar sekali. Dari pengumpulan iuran peserta dan iuran pendiri saja tidak cukup. Dana itu diambil dari hasil kelola DP PLN ditambah iuran pendiri.”

Selisih Iuran & MP
DP PLN bertugas untuk mengelola dan membayar MP. Aset kekayaan DP PLN pada 2019 mencapai Rp9,1 triliun, sedangkan kewajiban pembayaran manfaat pensiun dari tahun ke tahun terus naik. Total MP pada 2019 mencapai Rp856 miliar untuk 44.871 pensiunan. Sebaliknya, nilai iuran yang diterima dari peserta dan pendiri dari tahun ke tahun justru turun akibat tidak aktifnya peserta baru sejak 2012. 

Iuran pensiun per 2019 hanya sebesar Rp191 miliar. Selisih antara kewajiban bayar MP dan nilai iuran yang dihimpun itulah yang menjadi tanggung jawab DP PLN. Selisih MP pada 2019 sebesar Rp665 miliar karena kebutuhan dana meningkat, seiring dengan pegawai aktif yang sudah pensiun. Tantangan juga berasal dari usia harapan hidup yang meningkat sehingga jangka waktu pembayaran MP semakin panjang. 

Berdasarkan laporan aktuaris per 30 September 2018, angka harapan hidup Indonesia ditetapkan rata-rata sampai 73 tahun. Oleh karena itu, DP PLN terus memperkuat funadmental keuangan dan keberlangsungan DP PLN agar dapat memenuhi kewajiban pembayaran manfaat pensiun (MP) kepada seluruh peserta DP PLN.

Untuk menaikkan MP membutuhkan pertimbangan matang karena bisa berdampak terhadap kesehatan DP PLN dalam jangka panjang. (Zc)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button