Trending

Dampak Pandemi Covid-19 Lebih Gawat dari Krisis Ekonomi 1998

Dampak Pandemi Covid-19 Lebih Gawat dari Krisis Ekonomi 1998
Listrik Indonesia | Keprihatinan masyarakat dengan merebaknya pandemi corona akan semakin terasa mengingat pergerakan ekonomi berhenti sama sekali. Apalagi Gubernur DKI Anis Baswedan telah menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai Jum'at ini 10 April sampai 14 hari ke depan.

Kebijakan ini akan semakin membuat masyarakat semakin bingung.  Kita menyimak bagaimana dampak ekonomi telah membuat resesi bukan hanya di Indonesia tapi melanda seluruh dunia.
Jika pada krisis ekonomi di Indonesia tahun 1998 karena persoalan perbank-kan sektor industri dan UKM masih bisa bergerak. Pandemi Covid-19 telah membuat ekonomi masyarakat dan negara mati total, karena semua diam dan tidak mampu menghasilkan penghasilan apa pun.

Kita tidak akan tahu sampai kapan dampak ekonomi ini akan berakhir. Fakta telah terjadi, pabrik mulai melakukan PHK, SPG mall dipecat, pekerja di rumahkan tanpa penghasilan dan negara kelimpungan mencari dana untuk konpensasi dampak covid-19. Ditengah situasi kehancuran dan kesulitan ekonomi seperti ini sikap bijaksana, saling membantu dan sama sama meringankan kesulitan ekonomi masyarakat adalah jalan terbaik yang harus dilakukan oleh semua elemen bangsa. Caranya adalah membangun kebersamaan, berupaya mencegah dampak Covid-19 yang lebih luas dan melakukan pendekatan kepada yang maha kuasa dengan melakukan doa bersama memohon agar wabah ini segera berakhir agar kehidupan kembali normal.

Melihat kondisi seperti ini apabila ada persoalan yang terjadi menyangkut kritikan atau persoalan hukum hendaknya semua bisa colling down meredam dengan ikhlas tanpa harus terbawa sikap egoisme.. Pandemi Covid-19 adalah persoalan seluruh masyarakat Indonesia. Tentu kita tidak ingin kasus 98 terulang kembali, semua harus bersatu padu bergandengan tangan, berdoa bersama untuk Indonesia yang lebih baik lagi. Mari bersama berjuang menyelamatkan bangsa ini dari kehancuran ekonomi dan nyawa manusia. (DH)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button