CORPORATION Renewable Energy ENERGY PRIMER
Trending

CPI Gandeng TBS Energi Bangun Pembangkit Listrik di Daerah Terpencil

CPI Gandeng TBS Energi Bangun Pembangkit Listrik di Daerah Terpencil
Listrik Indnesia | Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menyatakan bahwa pelaku usaha energi memiliki komitmen untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan pembangkit listrik di daerah-daerah terdepan, terpencil dan tertinggal (3T). Salah satu bentuk nyata komitmen itu adalah ditandatanganinya MoU kerjasama antara PT Charta Putra Indonesia (Clean Power Indonesia/CPI) dan PT TBS Energi Utama Tbk untuk membangun Timor sebagai contoh Pulau Energi Terbarukan Nasional.

Penandatangan tersebut dilakukan oleh Direktur Utama CPI Jaya Wahono dan Head of Business Development TBS Dimas Adi Wibowo di sela-sela talkshow di Pavillion Indonesia COP 26 di Glasgow (3/11) disaksikan oleh Komisaris TBS Bambang Brodjonegoro, Deputi 1 Bidang Energi Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Basilio Dias Araujo, Dirjen Perencanaan Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ruandha Agung Sugardiman dan Direktur Perencanaan PT PLN (Persero) E. Haryadi. 

Jaya Wahono yang juga merupakan Wakil Ketua Komite Tetap Ketenagalistrikan KADIN Indonesia menjelaskan, para pengusaha tertarik kepada pengembangan pembangkit listrik terutama untuk menggantikan PLTD yang mahal biaya pengoperasiannya dan sudah tidak sesuai dengan rencana pemerintah Indonesia yang berkomitmen untuk menurunkan Gas Rumah Kaca sebesar 29% dengan kemampuan sendiri atau 40% dengan bantuan Internasional sebelum tahun 2030. Menurutnya, hal ini yang mendasari ditandatanganinya kerjasama diantara para pelaku usaha sektor ini.
 
Jaya mengungkapkan bahwa penjajakan pembangunan PLTBm di Pulau Timor telah dimulai sejak tahun 2018 dengan dilakukannya Focus Group Discussions yang membahas topik Mandiri Listrik untuk Kota Terpadu Mandiri (KTM) Ponu, Kabupaten Timor Tengah Utara Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Direktorat Jendral Pembangunan Kawasan Transmigrasi, Direktorat Bioenergi, Global Green Growth Institute (GGGI) dan Pemerintah daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur. 

Selanjutnya, CPI juga telah menandatangani kejasama penjaminan pasokan biomasa dengan badan usaha milik daerah provinsi Nusa Tenggara Timur, PT Flobamor, yang akan membeli biomasa dari tanaman bambu dan gamal yang ditanam di lahan-lahan masyarakat pada tanggal 26 Oktober 2021. Kerjasama tersebut disaksikan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Halim Iskandar dan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat.
 
Sejak Tahun 2015, CPI telah membangun kelistrikan di daerah-daerah 3T, diantaranya pembangunan proyek percontohan PLTBm berbasis masyarakat pertama di Pulau Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat, dengan pendanaan hibah dari pemerintah Amerika Serikat melalui program Green Prosperity, MCA-Indonesia senilai USD 12,5 juta. Proyek tersebut kemudian diresmikan oleh Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro pada tanggal 17 September 2019 dan diharapkan menjadi contoh untuk meningkatkan akses listrik handal kepada masyarakat di daerah 3T, penurunan gas rumah kaca, penghematan subsidi negara melalui penggantian PLTD menjadi Pembangkit berbasis EBT serta peningkatan kegiatan ekonomi lokal.
 
“Kami akan terus melakukan inovasi dalam pembangunan PLTBm berbasis masyarakat di Indonesia termasuk secara hybrid dengan tenaga surya, batere serta pembangkit listrik tenaga sampah skala-skala kecil. Selanjutnya, bersama TBS, kami akan mulai mengembangkan pembangkit EBT dalam konteks pulau (Island Electrification). Hal ini untuk memberikan sebuah model pembangkit listrik dalam ekosistem mikro atau minigrid bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Kerja sama CPI dengan TBS juga menyasar provinsi-provinsi lain di Indonesia terutama yang masih banyak menggunakan diesel” pungkas Jaya.

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button