NEWS
Trending

Cara S2P Mengedukasi Teknik Pembangkitan

Cara S2P Mengedukasi Teknik Pembangkitan
Listrik Indonesia - Cilacap | Memenuhi kebutuhan tenaga kerja lokal untuk dapat langsung bekerja di PLTU PT Sumber Segara Primadaya (S2P), dilakukan dengan mendirikan sarana pendidikan vokasi khusus Teknik Pembangkit bekerjasama dengan SMKN 2 Cilacap, Jawa Tengah.

Menurut Direktur Operasi S2P, Irvan Rachmat, saat ini sekolah vokasi yang diinisiasi oleh S2P telah mendidik 300 siswa dari kelas 1 sampai dengan kelas 3. Untuk kelas 3 ada 120 siswa, di mana saat ini menunggu kelulusannya dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri, termasuk dari sekolah vokasi.

"Pada saat kelulusan mereka akan menerima 2 ijazah. Satu dari Dinas Pendidikan dan dari sekolah vokasi. Sebagai komitmen untuk mempekerjakan tenaga setempat lulusan 5 besar terbaik akan direkrut untuk bekerja di S2P," jelas Irvan Rachmat disela-sela kunjungan dewan juri IBEA di SMKN 2 Cilacap Jawa Tengah (28/2).

Sementara itu, Dr Herman Darnel Ibrahim M.Eng yang didapuk menjadi pengajar di sekolah vokasi tersebut, memberikan motivasi kepada siswa, dan memaparkan tentang arah teknologi pembangkit di masa yang akan datang.

Menurutnya, pengoperasian pembangkit akan mengarah pada digitalisasi, di mana semua perangkat akan membutuhkan big data serta cloud untuk memantau semua aktivitasnya.

"Untuk itu semua siswa vokasi harus belajar dengan sungguh-sungguh. Jangan terlalu banyak bermain gadget untuk hal yang kurang produktif, kecuali Google untuk menambah wawasan ilmu," papar Herman Darnel.

Lebih jauh dia menyampaikan,dalam proses belajar, siswa hendaknya berani tampil bertanya dan mengungkapkan pendapatnya. Hal ini sebagai sarana untuk memperkuat rasa percaya diri yang akhirnya akan memudahkan menerima apa yang diajarkan oleh guru.

"Secara alamiah hasil penelitian menunjukkan, di bidang apapun keadaanya akan terbagi menjadi 10 persen menyimpang, 80 persen biasa saja, dan 10 persen pandai. Maka jadilah bagian 10 persen bagian kanan," tambahnya.

Herman Darnel perpesan, jika ingin menjadi siswa yang cepat memahami apa yang disampaikan guru harus berlomba-lomba duduk di barisan depan.

"Dengan ada di bangku paling depan, maka akan lebih konsentrasi menyimak pelajaran. Selain itu gunakanlah waktu istirahat untuk berdiskusi dengan teman membahas pelajaran yang telah disampaikan, sehingga waktunya produktif," pungkas Herman Darnel Ibrahim. (DH)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button