Business CORPORATION NEWS
Trending

Cara Menghitung Pendapatan Pengembang Pembangkit Listrik

Cara Menghitung Pendapatan Pengembang Pembangkit Listrik
Ilustrasi: Hydro power [Foto: depositphotos.com - LISTRIK INDONESIA]

Listrik Indonesia - Prospek bisnis pembangkit listrik sejauh ini masih dikuasai konglomerat. Maklum, tuntutan modal awal atau investasinya tidak sedikit

Bisnis pembangkit menguntungkan karena kontrak perjanjian jual beli listrik diteken untuk jangka panjang selama 20-25 tahun.

Perhitungan tingkat pengembalian investasi biasanya sudah dijamin sesuai dengan tarif yang disepakati. Pengembalian investasi proyek diperkirakan setelah tujuh-delapan beroperasi.

Pengembang pembangkit harus melakukan investasi yang efisien dan memperoleh bunga kredit rendah agar dapat segera menikmati fulus maksimal. 

Prospek keuntungan proyek pembangkit listrik cukup cerah berdasar tingkat permintaan di Indonesia. Sebagian wilayah negara luas kepulauan ini masih gelap, belum menikmati penerangan listrik.

Bagaimana alur pendapatan pengembang pembangkit listrik? Informasi yang dihimpun LISTRIK INDONESIA, besarannya mengacu pada kapasitas dan daya listrik yang dihasilkan dan dijual ke PT PLN (Persero). Di sini, acuannya pembangkit listrik yang sumber tenaganya batu bara. 

Secara kasar, pembangkit listrik berkapasitas 2 ×100 MW menghasilkan pendapatan USD100 juta per tahun. Pembangkit berkapasitas 2 × 1.000 MW menghasilkan sekitar USD900 juta per tahun. 


Tantangan

Tantangan perusahaan yang berencana membangun pembangkit listrik setidaknya tiga soal, yakni: 
  1. 1. Mencari pendanaan lokal yang kompetitif (baik tenor maupun bunga).
  2. 2. Mencari mitra yang memiliki kompetensi yang sesuai dan mendapatkan kontraktor dengan harga yang bersaing.
  3. 3. Bisnis pembangkit listrik tenaga panas bumi yang berada di wilayah cagar alam taman nasional adalah masalah perizinan, yang relatif panjang. (RE)

 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button