MEGA PROJECT
Trending

Butuh Rp12 Triliun Untuk MencapaiTarget Rasio Elektrifikasi 100 Persen

Butuh Rp12 Triliun Untuk MencapaiTarget Rasio Elektrifikasi 100 Persen
Ilustrasi

Listrik Indonesia | Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus berupaya meningkatkan rasio elektrifikasi 100% yang ditargetkan rampung pada tahun 2022.

Kendati begitu, tidak mudah dalam mencapai target rasio elektrifikasi 100% tersebut. Dijelaskan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana, terdapat sejumlah strategi yang disiapkan pemerintah bersama PLN. Melakukan pembangunan secara massif untuk perluasan jaringan (grid extension) dengan penyambungan desa atau rumah tangga yang dekat dengan grid PLN. Pada 2021 ada 24 desa untuk perluasan jaringan.

Kemudian membangun mini grid di mana pembangunan pembangkit berbasis energi terbarukan  setempat untuk kelompok masyarakat yang tinggal di daerah yang sulit dijangkau. Terakhir ada pembangunan pembangkit EBT, Stasiun Pengisian Energi Listrik (SPEL), dan Alat Penyalur Daya Listrik (APDAL) diperuntukan bagi masyarakat yang bermukim tersebar (scattered).

“Tercatat ada 20.711 unit APDAL untuk 285 desa di tahun 2021.Program ini masih terus berjalan,” jelasnya. Sabtu, (29/5).

“Kita juga terus mendorong pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal di wilayah terpencil,” tambahnya.

Untuk mencapai target tersebut dibutuhkan investasi sebesar Rp12,02 triliun. Apabila dana yang tersedia kurang dari jumlah tersebut, maka target 100% akan bergeser ke tahun berikutnya. Kementerian ESDM berkomitmen untuk menuntaskan target 100% rasio elektrifikasi pada 2020.

“Dihitung kira-kira butuh Rp12,02 triliun. Kalau dananya APBN adanya hanya Rp5 triliun, artinya bisa bergeser target 100% rasio elektrifikasinya ke tahun berikutnya,” imbuhnya.

 


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button