Renewable Energy ENERGY PRIMER MEGA PROJECT
Trending

Batam Bakal Punya Dua PLTS Terapung

Batam Bakal Punya Dua PLTS Terapung
Ilustrasi

Listrik Indonesia | Pemerintah Batam tampak gencar untuk menghadirkan energi bersih di wilayah Kepualaun Batam. Hal ini terlihat dari hasil kerja sama dengan Sunseap Group dan PT TBS Energi Utama Tbk yang akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung di dua waduk/danau.

Sunseap Group dan Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) telah menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) untuk pembangunan sistem fotovoltaik terapung (FPV) dan sistem penyimpanan energi (ESS) pada reservoir di Pulau Batam, Indonesia. Proyek ini diperkirakan bernilai sekitar US$2 miliar.

Berdasarkan MOU tersebut,mengutip situs resmi Sunseap Group. Sunseap akan mengembangkan FPV dan ESS di Waduk Duriangkang di selatan Pulau Batam. FPV diproyeksikan memiliki kapasitas 2,2 GWp dan membentang sekitar 1600 hektar, menjadikannya FPV terbesar di dunia hingga saat ini. ESS juga direncanakan menjadi ESS terbesar dengan kapasitas penyimpanan lebih besar dari 4000 MWhr.

Waduk Duriangkang merupakan waduk terbesar di Batam dan pada awalnya merupakan teluk air asin. Dengan volume 101,2 juta m3, Waduk Duriangkang mendukung lebih dari 50% pasokan air bersih ke Pulau Batam. Panel surya terapung akan bermanfaat untuk mengurangi penguapan, sehingga menahan lebih banyak air di dalam reservoir. Secara bersamaan, air juga akan menjaga panel surya tetap dingin sehingga panel dapat menghasilkan lebih banyak energi bersih, menciptakan hubungan sinergis.

Sunseap mengharapkan pembangkit listrik tenaga surya untuk menghasilkan lebih dari 2.600 GWh listrik per tahun, berpotensi mengimbangi lebih dari 1,8 juta metrik ton karbon per tahun. Ini setara dengan mengambil lebih dari 400.000 mobil dari jalan setiap tahun.

Frank Phuan, Co-Founder dan Chief Executive Officer Sunseap mengatakan, pihaknya merasa terhormat diberi kesempatan untuk bermitra dengan BP Batam dalam membantu mempromosikan pembangunan berkelanjutan di kawasan ini, dan untuk menghadirkan energi bersih yang terjangkau dan stabil ke Batam dan sekitarnya. .

"Proyek hyperscale ini merupakan tonggak penting bagi Sunseap segera setelah kami menyelesaikan pertanian surya terapung lepas pantai pertama di Singapura di sepanjang Selat Johor. Kami percaya bahwa tata surya terapung akan sangat membantu mengatasi kendala lahan yang menjadi bagian urbanisasi di Asia Tenggara. hadapi dalam memanfaatkan energi terbarukan."

Muhammad Rudi, Ketua BP Batam menyampaikan, Investasi oleh Sunseap ini akan menjadi dorongan tepat waktu bagi industri Batam karena mereka berusaha untuk mengurangi jejak karbon dari operasi mereka. Pada saat yang sama, itu akan menciptakan lapangan kerja dan mentransfer keterampilan ke Batam sektor energi.

Proyek ini akan dibiayai melalui campuran pinjaman bank dan sumber daya internal. Konstruksi direncanakan akan dimulai pada 2022 dan direncanakan selesai pada 2024.

Selain dengan Sunseap Group, BP Batam juga bekerja sama dengan PT TBS Energi Utama Tbk melalui anak usahanya, PT Toba Bara Energi telah menandatangani nota kesepahaman terkait rencana pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya terapung (floating solar PV) di wilayah Waduk Tembesi, Batam.

Selain itu, kesepakatan ini juga terkait penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sesuai peraturan yang berlaku, penyiapan komite kerja sama, dan pendampingan bantuan untuk pemenuhan kelengkapan seluruh izin yang diperlukan.

 


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button