Sebaiknya Sosok yang Pengalaman di Sektor Kelistrikan

Author : Franki Dibuat : Aug 8, 2019

Sebaiknya Sosok yang Pengalaman di Sektor Kelistrikan
Dr. Ir. Herman Darnel Ibrahim, M.Sc. (Foto: R Akmal/Listrik Indonesia)
Listrik Indonesia | Sebagai BUMN Listrik plat merah, PLN diberi tugas ganda yaitu melaksanakan Publik Service Obligation (PSO) untuk melistriki masyarakat yang kurang mampu melalui subsidi, dan di sisi lain mencari profit untuk perusahaan.

Tantangan untuk melistriki seluruh masyarakat menjadi tugas PLN. Dengan berbagai upaya terus menerus harus diakui bahwa PLN telah bekerja keras untuk menyelesaikan penugasan penting di bidang kelistrikan, salah satunya adalah menuntaskan program 35.000 MW dan on going progress 7.000 MW.

Melihat kondisi kelistrikan yang semakin dibutuhkan, tentunya ke depan nakhoda PLN harus profesional, mandiri dan berani secara terukur mengambil langkah-langkah strategis untuk menyelesaikan pekerjaan rumah yang masih tersisa.

Seperti apa sosok nakhoda yang ideal untuk memimpin PLN?

Listrik Indonesia mencoba meminta masuk­an dan pendapat dari berbagai narasumber. Berikut beberapa kutip­an pendapatnya seperti dimuat dalam majalah Listrik Indonesia edisi 69 dalam rubrik Mereka Bicara.

Menurut Herman Darnel Ibrahim, pemilihan Direktur Utama (Dirut) PT PLN (Persero) memiliki mekanisme, dimulai dari pencalonan yang dilakukan pemerintah melalui Tim Penilai Akhir (TPA) dengan berbagai kriteria. Khusus untuk Dirut PLN, sebaiknya sosok yang mengerti pemahaman tentang bisnis ketenagalistrikan yang didapatkan dari pengalaman bekerja di sektor kelistrikan.

Selanjutnya, saya berharap Dirut PLN berasal dari internal PLN atau merintis karier di PLN. Sebab, bisnis di sektor ketenaga listrikan sangat unik. Di mana, listrik tidak berwujud dan tidak diraba tetapi dapat dirasakan. Sosok Dirut PLN harus memahami dan memiliki visi ke depan, berintegritas, dan tegas dalam menentukan sikap untuk perbaikan di tubuh PLN.

Selain itu, Dirut PLN harus mampu mengadopsi perkembangan teknologi berbasis digital dalam megembangkan teknologi ketenagalistrikan. Sebab, teknologi digital akan mampu menghadirkan efisiensi dan kemudahan dalam pengembangan bisnis PLN selanjtnya. (TS)

Tags : Kolom Opini


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top