NEWS Product POWER TECH
Trending

Produk Lokal Harus Lebih Diperhatikan

Pemerintah diminta lebih memerhatikan industri dalam negeri, karena masih maraknya gempuran barang impor serta regulasi yang tumpang tindih. Imbasnya,

Produk Lokal Harus Lebih Diperhatikan


Listrik Indonesia | Pemerintah diminta lebih memerhatikan industri dalam negeri, karena masih maraknya gempuran barang impor serta regulasi yang tumpang tindih. Imbasnya, produk dalam negeri kurang terserap di negerinya sendiri.

Emiten yang bergerak di sektor manufaktur ikut terkena getah wabah Corona (Covid-19). Seperti yang dialami oleh PT KMI Wire and Cable Tbk. Namun Presiden Director PT KMI Wire and Cable Tbk, Marcello Theodore Taufik menuturkan, bahwa pandemi yang telah ditetapkan sebagai bencana nasional ini tidak bisa dikatakan aktor utama merosotnya pendapatan industri lokal.

Ia menilai, penyebab utamanya ialah terhentinya aktivitas ekonomi atas imbauan pemerintah yakni pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Hampir aktivitas perkantoran dan industri ikut terhenti. Marcello membandingkan kasus pandemi yang berimbas pada perekonomian dengan krisis Asia 1997, di mana persoalan ini dua hal yang berbeda.

“Krisis ekonomi Asia ialah soal pasar, tapi pandemi ini soal dihentikannya aktivitas ekonomi. Ini yang menjadi tantangan pelaku usaha,” ungkapnya.

Pria lulusan ekonomi Pascasarjana Southern New Hampshire University menambahkan, penghentian aktivitas ekonomi imbasnya ke daya serap produk, terlebih saat ini banyaknya gempuran barang impor. Ditambah, sistem perbankan yang kurang mendukung pelaku usaha.

Lebih rinci, ia menjelaskan KMI merupakan salah satu pemasok kabel listrik ke PT PLN (Persero), juga untuk sektor swasta dan industri yaitu minyak dan gas, pertambangan, berbagai industri dan banyak lainnya. Karena itu, apabila sektor ini menghentikan atau menunda proyeknya. Maka dapat dipastikan permintaan akan kabel juga menurun.

“Tak hanya KMI yang merasakan, saya rasa semua merasakan hal yang sama. Lalu bagaimana saya mau menjual kabel kalau aktivitas dihentikan, ini harus diperhatikan oleh pemerintah agar industri lokal tetap hidup,” tegasnya.

Selain itu, ia meminta kepada pemerintah agar mengedepankan penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada setiap proyek nasional. Karena saat ini industri lokal telah mampu meningkatkan TKDN-nya seperti produk KMI yang mencapai 90 persen.

“Karena masih banyak barang impor yang tidak berstandar nasional/SNI.  Soal TKDN harus konsisten dan terkoordinasi,” tambahnya.

Dalam menghadapi persaingan usaha di tengah pandemi, perusahaan memiliki strategi demi kelangsungan usahanya. Pertama menjaga arus kas atau cash flow. Kemudian melakukan efisiensi daya untuk mengurangi biaya tagihan. Selain itu, mengedepankan Resources and Development (R&D) untuk menangani permintaan pasar yang berubah-ubah dalam hal ini melakukan inovasi. Serta, berinvestasi pada proses produksi yang otomasi.

“Otomasi produksi sangat penting karena efisien dan efektif. Saya juga berharap kepada PLN membantu industri kabel agar likuiditas bisa cair,” tutupnya. (CR)

 

 


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button