PLN Tambah Pasokan Listrik 10,6 MW dari Pembangkit EBT IPP dan Excess Power

Author : listrikinfo@gmail.com Dibuat : Jan 17, 2020

PLN Tambah Pasokan Listrik 10,6 MW dari Pembangkit EBT IPP dan Excess Power
Listrik Indonesia - Medan | PLN terus menggenjot pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) dengan menambah pasokan listrik sebesar 10,6 Megawatt (MW) dari pembangkit EBT untuk memperkuat pasokan listrik di Sumatera.
 
Tambahan pasokan tersebut terealisasi melalui penandatanganan perjanjian Commercial Operation Date (COD) antara PLN dengan tiga pembangkit listrik swasta/Independent Power Producer (IPP) dan kelebihan daya listrik (excess power) dari dua perusahaan di Sumatera Utara, (16/1) di Kantor PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Utara (UIW Sumut).

Adapun tiga pembangkit IPP yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Bakal Semarak berkapasitas 5 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Kwala Sawit berkapasitas 1 MW, PLTBg Pagar Merbau berkapasitas 0,8 MW. Sementara excess power didapatkan dari PLTBg Ukindo berkapasitas 0,8 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) Victorindo Alam Lestari (VAL) berkapasitas 3 MW.

“Kami komitmen untuk terus mendorong penggunaan EBT dalam memperkuat pasokan listrik, khususnya di Sumatera Utara. Upaya yang dilakukan salah satunya sinergi dengan pihak swasta,” tutur General Manager PLN UIW Sumut, Irwansyah Putra.

Kepala Sub Direktorat Penyiapan Program Bioenergi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, Trois Dilisusendi juga memberikan apresiasi kepada PLN yang telah sinergi dengan berbagai pihak untuk terus meningkatkan penggunaan EBT.

“Ini kejutan luar biasa di awal tahun, penggunaan EBT terus meningkat. Terima kasih atas sinerginya,” ucap Trois.

Seluruh upaya ini merupakan usaha PLN mencapai target bauran energi EBT 23% pada tahun 2025 seperti tertuang dalam RUPTL 2019-2028.
Pada kesempatan ini, PLN menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli Listrik (SPJBTL) dengan PT Dairi Prima Mineral dengan daya kontrak sebesar 30.000 kilo Volt Ampere (kVA). Perusahaan yang bergerak di bidang penambangan timah dan seng ini akan menjadi pelanggan prioritas tegangan tinggi.

Untuk mendukung kebutuhan PT Dairi Prima Mineral PLN secara khusus akan membangun Gardu Induk Dairi Prima Mineral dan ditargetkan dapat terkoneksi pada November 2021.

“Ini bukti bahwa kami siap menyediakan listrik untuk bisnis dan industri. Apalagi layanan prioritas, keandalannya tentu akan kami jamin,” tegas Irwansyah. 

Turut hadir pada acara penandatanganan tersebut antara lain Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu, Presiden Direktur PT Dairi Prima Mineral Ma Jin Ping, serta perwakilan perusahaan pengembang IPP dan Excess Power. (DH)

 

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top