Peluang Saham Energi di Era “Energi Hijau”

Author : listrikinfo@gmail.com Dibuat : Jan 16, 2020

Peluang Saham Energi di Era “Energi Hijau”
Listrik Indonesia - Jakarta | Target pemerintah untuk beralih dari energi fosil ke energi baru dan terbarukan (EBT),  barangkali bisa membawa angin segar bagi saham-saham sektor energi di pasar modal. Terlebih bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak pada pengembangan EBT.

Pertama,  dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero 2018-2027 soal  target bauran energi yang ditetapkan pemerintah untuk pembangkit sampai akhir 2025 untuk Batubara sebesar 54,4%, Energi Baru Terbarukan (EBT) 23,0%, Gas 22,2% dan Bahan Bakar Minyak (BBM) 0,4%. Kedua, ada target pembangkit listrik EBT yang ditetapkan dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) sebesar  115 GW pada 2030.

Dua target yang ditetapkan tersebut, seharusnya bisa mendorong moncernya saham perusahaan-perusahaan energi yang bergerak di EBT. Meskipun, banyak pihak pesimistis soal realisasinya.  BPPT misal, dengan sejumlah asumsi ekonomi yang berkembang, kontribusi EBT dalam bauran energi pada 2025 hanya akan mencapai 13%. Demikian juga dengan sejumlah asosiasi di bidang EBT yang juga agak pesimistis dengan alasan harga EBT yang dinilai masih belum ideal.

Kendati demikian, ada harapan perubahan positif sektor EBT dengan digadang-gadangnya soal terbitnya Peraturan Presiden soal Harga Baru EBT. Juga ditekakan soal  kebijakan energi yang ke depan akan berpegang pada tiga pilar, yakni: energy equity; environmental sustainability; dan energy security. 

Dengan demikian, harapannya, saham-saham energi khususnya saham perusahaan yang bergerak di EBT kinerjanya bisa semakin moncer di pasar modal. Saat ini, setidaknya ada dua perusahaan energi dan pertambangan besar yang masuk dalam 10 besar Indeks LQ 45 di Bursa Efek Indonesia, yakni Perusahaan Gas Negara dengan kode bursa PGN, dan PT Bukit Asam dengan kode bursa PTBA. 

Jika arah perkembangan EBT di Tanah Air bisa semakin positif, bukan tidak mungkin, ke depan, sejumlah perusahaan di sektor energi dan pertambangan lainnya akan masuk dalam top list saham di BEI. (DA)

 

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top