NEWS
Trending

Dukung Mega Proyek Kelistrikan Lewat Jalur Edukasi

Listrik Indonesia | Pemerintah tengah berupaya mewujudkan mega proyek kelistrikan 35 ribu MW. Hingga saat ini realisasi proyek 35 ribu MW mencapai 8.1

Dukung Mega Proyek Kelistrikan Lewat Jalur Edukasi
Listrik Indonesia | Pemerintah tengah berupaya mewujudkan mega proyek kelistrikan 35 ribu MW. Hingga saat ini realisasi proyek 35 ribu MW mencapai 8.137 MW atau sebesar 23% yang sudah beroperasi. Untuk proyek yang telah memasuki tahap konstruksi 63% atau sebesar 18.941 MW sedang dalam proses konstruksi.

Kemudian pembangkit listrik milik swasta/IPP (Independent Power Producer) yang telah beroperasi sebesar 4.649 MW. Sedangkan yang masih dalam proses konstruksi sebesar 15.130 MW dan yang sudah terkontrak namun belum memulai proses pembangunan sebesar 6.878 MW.

Meskipun demikian, mega proyek yang digagas pada periode pertama Presiden Jokowi menemui berbagai masalah, mulai dari perizinan, dan pembebasan lahan, serta jumlah sumber daya manusia (SDM), yang perlu ditangani dengan baik oleh pemerintah, maupun perusahaan swasta yang memiliki hubungan dengan sektor energi.

PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI), bertekad mendukung program pemerintah untuk menghadirkan penyediaan listrik 35 ribu MW, khususnya dari sisi peningkatkan SDM. EMLI turut berperan dengan memberikan program edukasi berupa materi pengenalan dasar awal pelumasan untuk pembangkit listrik, yang diberikan kepada sejumlah siswa SMK mulai Juni 2020 lalu.

Eben Tambunan, Market Development Manager PT EMLI, mengatakan kami harap program-program ini dapat secara rutin kami lakukan. “Karena pengenalan dasar-dasar pelumasan sangat penting dipahami oleh para siswa guna memberikan mereka bekal ilmu pengetahuan untuk bersiap menjadi seorang profesional selepas lulus dari SMK,” kata Eben, seperti dikutip dunia-energi.com, Selasa (7/7).

Untuk tahap awal EMLI bekerja sama dengan beberapa SMK, di antaranya SMK ORA et LABORA (OeL), SMK Don Bosco, dan BLK Don Bosco. Karena keterbatasan waktu dan tempat akibat dampak pandemi Covid-19, maka program tersebut disajikan melalui web seminar (Webinar). “Para siswa juga dapat langsung berinteraksi dan langsung mendapatkan jawaban yang lengkap dari pemateri lain yang memang bersiap dalam menjawab pertanyaan selama sesi pemaparan program berlangsung,” ungkap Eben.

Br. Ephrem Santos, SDB, Chairman SMK OeL Executive Committee, mengatakan konten yang disajikan dalam program sesuai untuk tingkat kompetensi siswa sehingga bisa siap terjun di lapangan. Ia pun berharap program itu bisa terus ditingkatkan dengan kompetensi lanjutan. “Upaya mempersiapkan teknisi pemula, untuk mengetahui dan menghargai produk pelumasan yang digunakan dalam industri sangat penting,” kata Ephrem. (TS)

 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button