Dirjen Rida Berharap: PJB Tambah Pembangkit EBT

Author : listrikinfo@gmail.com Dibuat : Nov 5, 2019

Dirjen Rida Berharap: PJB Tambah Pembangkit EBT
Listrik Indonesia | Selaku perusahaan pembangkitan listrik anak perusahaan dari PT PLN (Persero), PT Pembangkita Jawa Bali (PJB) diminta terus berinovasi menghadapi bisnis ketenagalistrikan masa depan dengan mengembangkan energi bersih. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana saat membuka kegiatan pameran dan seminar PJB Connect 2019 yang diselenggarakan di kantor PT PJB Surabaya, beberapa waktu lalu.

Menurut Rida, salah satu upaya yang bisa dilakukan PT PJB untuk mendukung program peningkatan bauran energi EBT adalah dengan terus mengembangkan program Program CoFiring Biomass untuk PLTU. Sebagai informasi, tiga PLTU Batubara yang dikelola oleh PT PJB telah menggunakan teknologi CoFiring dengan bimassa yaitu CoFiring 3% Wood Pellet di PLTU Paiton (2 x 400 MW), CoFiring dengan 5% Cangkang Sawit di PLTU Belitung (2 x 16,5 MW), dan CoFiring dengan 5% Cangkang Sawit di PLTU Tembilahan (2 x 7 MW). Rida berharap teknologi ini dapat dikembangkan di PLTU lain yang dikelola oleh PT PJB.

Dalam kesempatan tersebut Rida mengajak PT. PJB untuk memasang PLTS pada lokasi-lokasi PLTU yang dikelola PT PJB. "Pemasangan PLTS pada lokasi PLTU tidak hanya dapat meningkatkan porsi bauran EBT nasional, tetapi juga dapat memenuhi kebutuhan pemakaian listrik sendiri," ungkapnya. 

Selian itu PLTS atap juga dapat dikembangkan di rumah-rumah karyawan PT PJB. Sebagai informasi, pemerintah melalui Kementerian ESDM terus memperkenalkan PLTS Atap untuk pelanggan PLN guna mendorong peningkatan bauran energi baru terbarukan. Melalui Permen ESDM Nomor 49 Tahun 2018 tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap oleh Konsumen PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), mulai 1 Januari 2019 konsumen PLN bisa memasang PLTS atap, memproduksi listrik sendiri, dan bahkan mengekspornya ke PLN.

Terakhir, Rida mengajak PT PJB jeli melihat potensi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) untuk dikembangkan, yaitu dengan memanfaatkan waduk yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Saat ini PT PJB mengelola beberapa pembangkit tenaga air seperti PLTA Cirata (1.008 MW), PLTA Brantas (275 MW) dan ikut mengembangkan PLTA Asahan dan PLTA Batang Toru. Kementerian ESDM mendorong PT PJB untuk dapat mengembangkan pembangkit tenaga air yang lebih kecil seperti PLTM atau PLTMH di waduk-waduk yang dibangun oleh Kementerian PUPR.  (TS)

Tags : News
Terakhir disunting : Nov 5, 2019


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top