MEGA PROJECT Electricity System PROFILE Association
Trending

AKLI Sampaikan Aspirasi Anggota ke PLN

Meski ekonomi nasional pada 2020 ini sedang lesu akibat pandemi Corona, imbasnya tidak ada tender proyek baru di sektor ketenagalistrikan. Asosiasi Ko

AKLI Sampaikan Aspirasi Anggota ke PLN


Listrik Indonesia | Meski ekonomi nasional pada 2020 ini sedang lesu akibat pandemi Corona, imbasnya tidak ada tender proyek baru di sektor ketenagalistrikan. Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) dalam aksinya telah menyampaikan aspirasi anggotanya ke pemilik tender  PT PLN (Persero).
 

Pada saat pandemi seperti sekarang ini hampir segala sektor industri terpukul, tak terkecuali sektor jasa konstruksi. Ketua DPP AKLI, Soewarto menyampaikan kondisi pengerjaan pembangunan sektor ketenagalistrikan. Tak seperti tahun-tahun sebelumnya di mana geliat pembangunan sektor ketenagalistrikan sangat bergairah dimulai saat dicetuskannya nawacita 35.000 mega watt (MW).
 

“Keadaan berubah drastis saat pandemi covid-19, tak adanya tender proyek baru di tahun ini, ditambah penundaan pembayaran pekerjaan. Ini aspirasi dari anggota yang harus kita dukung dan sampaikan ke pemilik tender,” ungkapnya.
 

Terkait soal penundaan pembayaran dari mitra utamanya yakni PT PLN (Persero). Ia menjelaskan, untuk pembayaran yang sifatnya operasional sebagian sudah dibayarkan. Sedangkan, untuk investasi pemasangan baru dan lain sebagainya, sampai saat ini pembayaran masih ditunda.
 

“Meski masih ada sebagian ditunda pembayarannya dan tak ada tender baru tahun ini. Anggota masih melanjutkan pekerjaan dari tender tahun lalu,”terangnya.
 

Lebih lanjut, Soewarto mengatakan AKLI telah melakukan audiensi dengan Divisi Mega Proyek PLN. Patut dipahami, pada saat pandemi ini kondisi pendapatan PLN juga menurun. Hal ini disebabkan berkurangnya penggunaan listrik dari pelanggan, terutama penggunaan listrik dari sektor industri dan perkantoran. Kendati demikian, Asosiasi meminta segala pihak membuat mekanisme pembayaran, tujuannya agar proyek ketenaglistrikan tetap berjalan.
 

“Sebagai asosiasi AKLI menyiapkan sarana kepada para anggotanya apabila ada wacana atau regulasi baru. Tetapi untuk urusan bisnis dikembalikan ke pihak perusahaan kontraktor,”ujar Soewarto.
 

Tak hanya itu, AKLI juga mendorong pengurusan sertifikasi badan usaha dalam satu pintu. Hal ini dilakukan agar tak memberatkan para anggota AKLI dan meningkatkan daya saing perusahaan dan tenaga kerja dalam memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
 

“Penerbitan serifikasi seharusnya dilakukan dengan lembaga yang berkompeten, mengerti industri ini secara spesifik,” pungkasnya. (CR)

 

 

 


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button